Traveling

Gadis ke Luar Negeri?

Ada yang punya impian bisa bepergian ke luar negeri?

Pasti semua orang punya ya.

Apa yang kamu rasakan ketika impian itu menjadi kenyataan?

Bahagia yang tak terkira tentunya. So do I.

Tahun 2004, saya bergabung dengan salah satu MLM yang sedang hits saat itu, Tianshi. Kok bisa join MLM? Sebagai mahasiswa kere, yang menyambung hidup dari beasiswa ke beasiswa, saya udah gak sabar pengen cepet-cepet punya penghasilan sendiri, sesederhana itu. Ternyata jalannya tak semudah dan semulus yang saya bayangkan. Yang paling berat tentu saja menghadapi almh. Mamak yang menentang anaknya “boros” membelanjakan uang bulanan untuk jualan produk mahal. Tantangan lainnya, sebagai seorang introvert yang susah sekali ngobrol nyaman dengan orang lain, gak mudah bagi saya mengajak orang bergabung dengan bisnis yang masih dipandang negatif oleh orang awam. Singkat cerita, dengan bantuan upline dan kerja yang nekad (sampai IPK saya terjun bebas selama satu semester), akhirnya saya bisa mencapai level bintang 5, sebagai minimal kualifikasi untuk mengikuti annual meeting Tianshi.

Annual meeting Tianshi digelar tiap tahun dan tahun 2005 bertempat di Kuala Lumpur Malaysia. Dalam helatan akbar tersebut, anggota Tianshi dari seluruh dunia berkumpul, merayakan pencapaian yang telah diraih dan memacu semangat untuk target-target berikutnya. Buat saya, bukan tentang pertemuan bisnisnya yang menarik, tapi kesempatan bertemu dengan orang-orang dari seluruh dunia tanpa harus keliling dunia, menarik bukan?

Setelah bolak-balik Imigrasi Padang untuk pembuatan passport, akhirnya hari yang dinanti tiba. 20 Januari 2005, pesawat Air Asia yang kami tumpangi dari Padang mendarat mulus di LCCT Malaysia. Saya dan beberapa teman yang juga baru pertama kali ke luar negeri, tercengang melihat bandara yang canggih dan nyaman di LCCT. Beruntung kami datang sebagai undangan annual meeting, sehingga transportasi dan akomodasi selama helatan akbar tesebut sudah disediakan oleh pihak Tianshi.

Hari pertama kami habiskan dengan berkeliling Putra Jaya, mampir foto di depan istana sultan, berbelanja di chocolate factory dan menyudahinya dengan berfoto di depan Twin Tower.

Hari kedua, bertepatan dengan hari raya Idul Adha. Saya dan beberapa teman muslim beranjak menuju masjid terdekat dari hotel untuk melaksanakan sholat Idul Adha. Selesai sholat Ied kami segera menuju Sunway Lagoon, yang hari itu di booking full day oleh Tianshi sebagai bagian dari rangkaian acara Welcoming Ceremony. Dan benar sesuai dugaan, saya begitu excited bertemu dengan orang dari berbagai macam negara, yang selama ini hanya saya lihat di televisi saja, tapi pada kesempatan tersebut saya bisa berkenalan langsung, bahkan ada peserta dari negara yang belum pernah saya dengar sebelumnya seperti Togo.

5081_1185735801915_8331545_n

Setelah puas bermain di semua wahana Sunway Lagoon, menikmati hiburan dan makan siang yang disuguhkan di lokasi Welcoming Ceremony, saya dan grup dari Padang kembali ke hotel untuk beristirahat dan berganti pakaian.

Menjelang maghrib kami tiba di lokasi annual meeting, stadium Abdul Jalil. Acaranya berlangsung meriah. Bendera dari berbagai negara menghiasi sekeliling gedung pertemuan. Keinginan saya bertemu dengan orang dari seluruh dunia tercapai, walaupun tidak semuanya sesuai ekspektasi. Kenyataannya, berbeda negara, berbeda watak dan kebiasaan, yang kadang saat berbenturan menjadi tidak nyaman. That’s why we need communication, right?

Annual meeting selesai, esok harinya grup Padang langsung kembali ke tanah air. Saya, uni Sri dan Rini sengaja menambah satu hari stay di Kuala Lumpur. Selesai check out hotel, kami dijemput oleh saudara Rini yang sudah bertahun-tahun berdagang pakaian dan tinggal di Kuala Lumpur.

Walaupun hidup sederhana di negeri orang, saudara Rini tersebut melayani kami dengan sangat baik. Kami diantar ke terminal bus menuju Genting Highland dan dijemput kembali sorenya. Kami diajak makan malam di salah satu restoran favorit keluarganya dan itu pertama kalinya saya mencicipi makanan bernama Chicken Cordon Bleu yang enaaaaakkk banget.

Oia dari rumah saudara Rini kami diantar ke Gombak, terminal bus paling dekat menuju Genting Skyway. Di Gombak kami membeli tiket di loket Go Genting. Tiket ini terdiri dari tiket bus pp ke Genting Skyway, dan tiket pp dari Genting Skyway menuju Resort World Genting (RW Genting) menggunakan cable car. Sejujurnya pengalaman naik cable car Genting Skyway – RW Genting merupakan salah satu pengalaman paling mendebarkan dalam hidup saya, karena rutenya cukup curam.

RW Genting merupakan komplek yang terdiri dari hotel, kasino, plaza, indoor dan outdoor theme park. Suhu outdoor theme park cukup dingin seperti di daerah Puncak Bogor. Karena waktu yang cukup panjang dan pengunjung tidak terlalu antri, kami membeli tiket permainan outdoor theme park. Tiket ini merupakan tiket terusan untuk semua jenis permainan yang ada di wahana outdoor. Pokoknya main sepuasnya cukup dengan sekali beli tiket.

5081_1185735761914_6170665_n

Sayangnya saya dan uni Sri gak bisa lama-lama stay di KL, padahal masih banyak tempat wisata Malaysia yang belum sempat kami explore. Keesokan harinya kami diantar ke KL Central oleh saudaranya Rini, kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju LCCT menggunakan LRT dari KL Central.

One day, saya berencana kembali menginjakkan kaki ke Malaysia untuk melanjutkan petualangan yang belum sempat terjelajahi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s