Traveling

Dreams Come True: Umroh plus Qatar

Saya dataaaang…..dengan kisah yang baru hehehe….biasa aja kali yah, dasar emang udah lama ga nge-blog, jadi lebay begini ^_^

Saya iseng baca-baca lagi blog ini, baru ngeh ternyata isinya kok banyak yang melow yaa?!? Jadi malu sendiri, blog udah berasa kayak diary pribadi aja hehehe….

Insya Allah, mulai detik ini, saya berjanji (lebay lagi dweeeh niih), sekuat tenaga, pikiran dan hati, untuk tidak akan mengeluh dan berkeluh kesah lagi, karena saya udah berjanji dan bertaubat ama Allah swt, titik.

Naaah….ini cerita saya tentang salah satu impian masa kecil yang Alhamdulillah, atas izin dan undangan dari Allah swt, bisa terwujud, yaitu menginjakkan kaki di tanah suci Makkah dan Madinah.

Pertama kali saya tahu tentang tanah suci ketika alm. kakek berangkat Haji tahun 1990. Pada tahun tersebut juga terjadi tragedi terowongan Mina runtuh, dan alhamdulillah kakek selamat. Saat pulang ke kampung kakek langsung berpesan kepada saya agar selalu membaca doa setiap keluar rumah, karena menurut beliau, hanya karena doa tersebut beliau mendapat perlindungan Allah swt dan bisa selamat saat tragedi runtuhnya terowongan Mina. Ini nih doanya yang selalu saya baca dan ingat ampe sekarang:

Bismillahi tawakaltu alalloohi walaa hawla walaa quwwata illaa billaahi

Artinya:
Dengan nama Allah (aku keluar). Akubertawakkal kepada-Nya, dan tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah” (HR. Abu Dawud: 4/325, At-Tirmidzi: 5/490)

Saat itu pertama kalinya juga saya mencicipi lezatnya air zamzam, rasanya segar dan lembuuuut sekali di lidah. Saya yang masih kanak-kanak saat itu hanya berani bermimpi, suatu hari nanti saya juga bisa ke tanah suci.

Bertahun-tahun, setiap saya nonton di tivi pas mo lebaran Idul Adha, saya hanya bisa ikut bertalbiyah, secara lisan dan hati, sambil terus berharap saya bisa juga hadir di tanah suci. Hingga beberapa tahun belakangan ini, keinginan tersebut semakin kuat. Saya akhirnya memberanikan diri bernazar, kalo saya bisa naik grade/golongan sebelum 2 tahun saya di Sangatta ini, bonus pertama akan saya gunakan untuk umroh.

Alhamdulillah Yaa Rabb, doanya saya terkabul. Begitu saya terima slip gaji bulan July 2011, saya sempet kaget, kok banyak banget angkanya. Perasaan kalo saya hitung basic salary plus tunjangan, bonus dan THR, nilainya tidak sebesar itu. Ternyata saya baru ngeh kalo grade saya udah naik, jadinya basic dan bonusnya juga naik. Hari itu juga saya langsung telpon ke beberapa travel umroh yang udah saya survey, ternyata seatnya udah full semua. Saya coba survey di internet, dan jawabannya juga senada, udah tutup dan full, selain karena udah dekat Ramadhan, juga karena udah dekat dengan jadwal keberangkatan jamaah Haji.

Saya akhirnya menarik nafas panjang dan mencoba bersabar, menunggu hingga Februari 2012, seperti info dari travel umroh yang saya hubungi tersebut. Namun saya ga kehilangan akal. Sekitar bulan Oktober 2011, saat saya sedang jalan di Gramedia Samarinda, tanpa sengaja saya melihat buku ini, dan semangat saya untuk segera menunaikan nazar saya semakin membara:

Saya baca tuntas buku ini, walaupun judulnya provokatif dan menggiurkan buat saya, namun isi bukunya sangat informatif dan jelas. Saya jadi paham, memang umroh melalui Qatar bisa lebih murah namun dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menunggu persetujuan visa dan lain-lain, sehingga total hari termasuk selama di Qatar dan umrohnya, saya harus ngambil cuti 1 bulan. Waduh, ini hal yang hampir ga mungkin saya lakukan mengingat jatah cuti saya tersisa 2 minggu aja. Akhirnya opsi ini pun saya kubur dalam-dalam.

Waktu terus berjalan, hingga akhirnya sampai juga di bulan Januari 2012. Saya mulai gencar lagi tanya sana-sini dan survey travel umroh. Saya kumpulkan beberapa brosur dan saya buat komparasi, dari segi harga, itinerary dan lain-lain. Sempet udah hampir deal dengan salah satu travel umroh, tinggal bayar aja nih, hingga tanpa sengaja (lagi-lagi tanpa sengaja ya hehehe…..), di suatu pagi hari Jumat, dapat info dari mba Yulia, bahwa beliau dan keluarga besarnya akan berangkat umroh juga. Mba Yulia menyarankan saya untuk bertanya ke travel umroh rekomendasinya tersebut, siapa tahu masih ada seat yang kosong. Alhamdulillah, ternyata masih ada seat, saya dan Ike segera mengirimkan formulir pendaftaran keesokan harinya. Semua persyaratan dan kelengkapan umroh kami urus satu per satu dan alhamdulillah lancar semuanya.

And guess what? ternyata paket umroh yang saya ikuti ini menggunakan maskapai Qatar Airways, sehingga transit dulu di Doha sebelum ke Jeddah. Karena transitnya sekitar 8 jam, maka Qatar Airways menyediakan bus dan tourist pass agar kami bisa city tour kedalam kota Doha, ibukota negara Qatar. Allahu Akbar, saya langsung ingat beberapa bulan sebelumnya saya pernah beli buku umroh dan Qatar, dan ternyata apa yang saya baca dan bayangkan tersebut bisa jadi kenyataan. Alhamdulillah ^_^

Tepat tanggal 7 Maret 2012, 47 orang plus satu orang ustadz pembimbing, kami jamaah umroh tasyakur bini’mah Mihrob Qolbi berangkat meninggalkan bandara Soekarno Hatta, meninggalkan seluruh urusan duniawi, dengan satu tujuan, memenuhi undangan Allah swt menuju tanah suci. Labbaik Allahumma Labbaik…..

Berikut cuplikan beberapa foto dari kamera saya…..lebih lengkapnya? ntaaar dalam tulisan selanjutnya yaaa ^_^

just landed at NDIA (New Doha International Airport)
Al Corniche, Doha
what a cute Nigerian baby girl at Jeddah airport
fallin’ love at first sight with Nabawi mosque
and here I am, at Masjidil Haram, with Ka’bah inside

Walaupun tidak sedikit cobaan saya sebelum berangkat ke tanah suci (kehilangan hp blackberry, kecelakaan jatuh dari motor dan saldo rekening terdebet oleh atm bersama), namun saya tetep kekeh berangkat ke tanah suci. Dan dengan bekal uang saku secukupnya, karena sama sekali ga ada niat belanja selain hanya ibadah, saya hanya tukar uang ke Saudi Riyal sebanyak SR400 aja, saya tetep pede aja walopun cuman jadi penonton orang-orang yang belanja hehehehe….Dan mungkin ada gosip ataupun omongan tidak baik tentang saya oleh siapapun, saya cukup tutup mata dan telinga aja.

Saya datang memenuhi undangan-Nya hanya bawa diri yang berlumur dosa, bawa hati yang berdarah-darah, dengan segenap doa dan harapan untuk bertobat dan mendoakan bapak & mamak, demi kebahagiaan keluarga kami serta keberkahan rezeki bagi saya dan adik-adik. Hanya itu. Yang lain-lainnya? lillaahi ta’ala….