Traveling

Makkah Al Mukarramah

Minggu, 11 Maret 2012

Selama perjalanan Madinah-Mekkah, jamaah menggunakan waktunya untuk istirahat tidur, agar saat tiba di Mekkah nanti semuanya dalam kondisi paling fit untuk beribadah, inti dari perjalanan kami ke tanah suci, Umroh.

Jam 9 malam kami mulai memasuki kota Mekkah. Ustadz membangunkan semua jamaah untuk sama-sama membaca doa memasuki kota Mekkah.
Ya Allah, kota ini adalah tanah haram-Mu dan tempat yang aman-Mu, maka hindarkanlah daging, darah, rambut dan kulitku dari neraka. Dan selamatkanlah diriku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali hamba-Mu, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang selalu dekat dan taat kepada-Mu.
 
Kota Mekkah lebih rame dan macet dibandingkan Madinah. Bis berjalan perlahan menuju hotel Al Meyshal, tempat kami menginap selama di Mekkah. Seharusnya kami menginap di Al Saraya hotel, lokasi lebih dekat ke Masjidil Haram. Tapi karena saat ini sedang ada proyek perluasan Masjidil Haram, banyak hotel di sekitar Masjidil Haram yang dirubuhkan, termasuk Al Saraya hotel ini.
 
Sesampainya di hotel kami makan malam, dan istirahat sebentar dengan tetap menjaga larangan ihram. Jam 11 malam jamaah berangkat bersama menuju Masjidil Haram. Jujur aja, saya nervous banget saat mo berangkat ke Masjidil Haram. Panas, dingin, mules, gugup, campur aduk dech rasanya. Untungnya selama berjalan kaki dari hotel menuju Masjidil Haram, kami dibimbing ustadz untuk terus mengucapkan kalimat talbiyah, jadi lebih tenang rasanya.
 
Sesampainya di halaman Halaman Masjidil Haram, kami berhenti sejenak. Ustadz menjelaskan tentang pintu masuk utama dan pintu khusus wanita. Saya takjub dengan kemegahan Masjidil Haram. Subhanallah….
courtesy of islamicinformation.net
Kami masuk melalui pintu utama yang bernama pintu Babussalam, karena pintu ini yang paling dekat menuju Ka’bah yang berada di bagian dalam Masjidil Haram. Pemeriksaan askar disini tidak seketat di masjid Nabawi. Dan tidak jauh kami melangkah masuk dari pintu Babussalam, saya terharu melihat Ka’bah yang sedikit demi sedikit semakin jelas terlihat. Saya hanya bisa menangis dan hanya mampu mengucapkan Subhanallah dan Allahu Akbar, segenap doa dan ikhtiar saya selama ini tertunaikan sudah….
 
Selesai melaksanakan sholat jamak qashar maghrib dan isya, kami langsung turun mendekati Ka’bah untuk berthawaf. Selama thawaf, saya pasrahkan hati saya pada-Nya, bukan karena bangunan Ka’bah, bukan karena Hajar Aswad, Hijr Ismail ataupun makam Ibrahim, tapi bener-bener hanya mengingat Allah.
 
7 putaran thawaf sempurna kami laksanakan, dilanjutkan dengan sholat sunah thawaf di shaf yang pas lurus menghadap salah satu bagian Ka’bah yaitu Multazam, tempat yang mustajab untuk berdoa. Setelah cukup berdoa disini, kami melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya yaitu sa’i. Sebelum sa’i, kami istirahat sejenak, ada yang minum air zam-zam dan ada pula yang membasuh wajahnya dengan air zam-zam, agar tetap segar saat melaksanakan sa’i. 
 
Alhamdulillah, jam 2.30 kami selesai melaksanakan 7 putaran sa’i dan diakhiri dengan tahalul. Beberapa orang jamaah memilih tinggal di masjid hingga subuh, sedangkan jamaah lainnya kembali ke hotel untuk istirahat.
 
Senin, 12 Maret 2012
Hari ini tidak ada agenda khusus untuk jamaah, sehingga kami bebas mengatur agenda ibadah, ziarah ataupun kegiatan lainnya.
Oia, sedikit mo sharing mengenai proyek perluasan Masjidil Haram, yang merupakan perluasan terbesar sepanjang sejarah di kota Mekkah dan Madinah. Ini nih masterplan nya:
Selasa, 13 Maret 2012
Agenda hari ini adalah ziarah kota Mekkah dan umroh yang kedua. Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Arafah, Muzdalifah, Mina, Jabal Nur dan Ji’ronah adalah tempat-tempat yang kami kunjungi hari ini. Sebelum berangkat, bagi yang ingin melaksanakan umroh kedua, maka sudah harus mandi ihram dari hotel.
Jabal Tsur
Jabal Tsur atau Gunung Tsur memiliki tiga puncak yang bersambungan dan berdekatan. Di salah satu puncak Jabal Tsur itulah terdapat Gua Tsur. Gua Tsur merupakan tempat yang dijadikan perlindungan Rasulullah Muhammad SAW dan sahabatnya, Abu Bakar RA. Rasul dan Abu Bakar bersembunyi dari kejaran kaum kafir Quraisy.
Dalam kondisi terdesak, Rasulullah dan Abu Bakar memilih masuk ke Gua Tsur atas petunjuk yang diberikan Allah SWT melalui malaikat Jibril. Di gua yang berada di Jabal Tsur nan tandus itulah Rasulullah dan Abu Bakar berlindung selama tiga hari tiga malam. Upaya pengejaran kaum kafir Quraisy menemui jalan buntu manakala sampai di sekitar gua. Kendati sudah berada di depan pintu masuk gua, kaum kafir Quraisy terkecoh dengan keberadaan sarang laba-laba dan sarang burung merpati yang menutupi jalan masuk ke gua. Kaum kafir Quraisy tak melanjutkan mengejar ke dalam gua. Mereka berpandangan, tak mungkin ada orang yang sebelumnya masuk tanpa merusak sarang laba-laba dan membuat burung merpati terbang dari sarangnya. Dengan logika itu, kaum kafir Quraisy pun angkat langkah dan menghentikan pengejaran, kembali ke Kota Makkah.
Peristiwa pertolongan di Jabal Tsur serta persembunyian Rasulullah Muhammad SAW dan Abu Bakar di Gua Tsur diabadikan melalui firmah Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 40. Ayat itu berbunyi: ””Bila kamu tidak mau menolong Rasul, maka Allah SWT telah menjamin menolongnya ketika orang-orang kafir mengusirnya berdua dengan sahabatnya. Ketika keduanya berada dalam gua, dia berkata kepada sahabatnya, ”Janganlah engkau berduka cita, karena Allah SWT bersama kita.” Lalu Allah SWT menurunkan ketenangan hati (kepada Muhammad) dan membantunya dengan pasukan-pasukan yang tiada tampak olehmu. Dijadikan-Nya kepercayaan orang-orang kafir paling rendah dan agama Allah SWT menduduki tempat teratas. Sesungguhnya Allah SWT Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
Jabal Tsur
foto bersama dengan latarbelakang Jabal Tsur
Jabal Rahmah, Arafah, Muzdalifah, Mina
Mina adalah tanah haram yang menjadi tempat mabit bagi jemaah haji pada malam 11, 12, dan 13 Zulhijjah. Dinamakan Mina karena banyaknya darah binatang ternakan (unta, lembu dan kambing) yang disembelih sebagai dam, korban dan sedekah. Di Mina terdapat tiga jamrah yang menjadi tempat bagi jemaah haji melontar batu sebagai salah satu rangkaian ibadah Haji. Disebut Jamrah karena batu dilontar di tempat tersebut ataukarena  batu lontaran yang terkumpul di situ.
Jamrah tersebut adalah Jamrah Sughra (Ula) yaitu yang berada berdekatan dengan Masjid Khaif dan menghadap ke arah Mina, diikuti dengan Jamrah Wusta yang jarak antara kedua-duanya kira-kira 200 meter. Jamrah terakhir adalah Jamrah Kubra (Aqobah) yang terletak kira-kira 247 meter dari Jamrah Wusta dan menghadap ke arah Mekah.
Masjid Khaif, masjid besar dan terkenal di Mina dengan kubah bersisi delapan. Khaif berarti lembah, diceritakan bahwa tujuh puluh nabi dimakamkan disini, diceritakan juga banyak nabi berdoa disini.
Muzdalifah adalah tempat bagi jemaah haji bermalam (mabit) pada malam 10 Zulhijjah. Dinamakan Muzdalifah karena banyak orang singgah di tempat itu pada tengah malam atau karena semua orang bergerak secara serentak dari tempat tersebut. Terdapat sebuah masjid di Muzdalifah yang dikenal sebagai Masjid al-Masy’ar al-Haram, yang merupakan tempat Baginda Rasulullah mengerjakan solat Maghrib dan Isya, seterusnya mabit keesokan harinya.
Arafah merupakan tempat untuk mengerjakan wukuf pada 9 Zulhijjah, dinamakan Arafah karena tempat pertemuan pertama antara Nabi Adam dan Hawa setelah mereka diturunkan ke bumi. Juga dinamakan Arafah karena di tempat itulah Malaikat Jibrail mengajar Ibrahim mengenai amalan haji. Arafah merupakan sebuah hamparan padang pasir yang luasnya kira-kira 10.4 kilometer persegi. Jarak Arafah dari kota suci Mekah ialah 21.9 kilometer dari arah tenggara Masjidil Haram. Arafah adalah tanah halal dan pemisah antaranya dengan tanah haram adalah Wadi ‘Uranah yaitu tempat di mana Nabi Muhammad menyampaikan Khutbah Arafah ketika baginda mengerjakan Haji terakhir sebelum baginda wafat pada tahun 10 Hijrah.
Masjid Namirah. Pada tanggal 8 Dzulhijah, Nabi Muhammad SAW menuju Afarah lewat Mina, bermalam di Mina hingga matahari terbit, beliau naik onta menuju Arafah dan singgah ditempat yang bernama Namirah.
Jabal Rahmah, disini terdapat pilar yang menandai titik dimana Nabi Adam AS dan Siti Hawa dipertemukan setelah terpisah di dunia. Di kaki bukit ini terdapat al-Sakhrah yaitu batu tempat Baginda Rasulullah berwukuf.
foto bersama dengan latarbelakang Jabal Rahmah
Ji’ronah
Tempat miqat yang kerap kami kunjungi adalah Jirannah. Ji’ranah merupakan nama seorang perempuan yang konon memiliki nama lain yaitu Roitoh. Bukan perempuan istimewa, melainkan perempuan bodoh yang melakukan pekerjaan sia-sia. Allah menggambarkan perempuan ini dalam Surat An Nahl ayat 92 ; ” Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali…”.
Ji’ranah merupakan sebuah perkampungan di wa’di Saraf yang berjarak sekitar 24 km dari Masjidil Harram menyusuri jalan Ma’bad. Rasullulah dan sahabatnya yang terlibat perang Hunain, pernah meninggalkan tawanan dan rampasan perang dari orang-orang hawazain. Dan usai perang, pada malam yang sama Rasullulah dan rombongan mengambil miqot di tempat ini.
Kami turun disini untuk melaksanakan sholat sunah ihram 2 rakaat, kemudian segera kembali ke bis agar masih bisa mengejar waktu sholat dhuhur di Masjidil Haram.
Umroh Kedua
Emang bener kata orang ya, hati-hati kalo di tanah haram, entah itu ucapan, perbuatan ataupun niat sekalipun, bakal cepet diaminkan ama malaikat loooh…
Jadi ceritanya saya dan Ike udah belanja kurma di Madinah, dan kami sama-sama berniat di Mekkah ga mau belanja lagi. Pas turun di Jabal Rahmah, kami melihat ada yang jual pasmina bagus-bagus warnanya, harganya juga cuman 5 riyal. Akhirnya kami beli masing-masing empat helai pasmina. Saat kembali ke bis, belanjaan kami simpan di bagasi atas tempat duduk kami. Saat bis tiba di hotel, kami berdua sama-sama ga ingat kalo punya belanjaan di bagasi atas tempat duduk, jadinya langsung ngeloyor turun dari bis dan kembali ke kamar. Saat udah di kamar hotel, Ike baru inget belanjaan tertinggal di bis. Ya udah deh, belanjaan kami ga ketemu karena bis yang kami tumpangi langsung menuju Jeddah 😦
Bagi saya, ujiannya ga cukup sampai disitu aja. Saat perjalanan ke Masjidil Haram untuk melaksanakan umroh kedua, saya tiba-tiba dirangkul oleh orang asing, seorang ibu berjubah hitam keturunan Pakistan gitu kayaknya…Dia bertanya,”Indonesian or Malaysian?”, saya menjawab,”Indonesian!”. Tapi karena saya ga kenal, saya mencoba melepaskan diri dari rangkulan ibu tadi. Saat saya mencoba menjauhkan tubuh saya dari dia, saya baru terasa kalo saku gamis putih saya seperti ada yang menarik. Ternyata tangan si ibu tadi udah masuk merogoh saku gamis saya. Entah keberanian dari mana, sekuat tenaga saya menarik tubuh saya menjauh dari ibu tadi, sambil saya menahan uang dan kunci koper yang ada dalam saku gamis. Si ibu malah berteriak pake bahasa arab yang saya ga ngerti artinya. Di belakang saya juga ada dua orang bapak dan ibu yang mepetin saya, menutupi aksi si ibu yang mo ngerampok saya tadi. Kayaknya sih mereka bertiga ini komplotan maling. Saya ga peduli dengan teriakan si ibu, saya hanya fokus menyelamatkan uang dan kunci koper dalam saku, karena itu adalah sisa uang yang saya punya, rencananya untuk beli hadiah tukar kado nanti pas pulang umroh kedua. Akhirnya si ibu melepaskan tangannya dari saku gamis saya dan bergerak mundur menjauhi saya. Saya pelototin dia dan dua orang temannya, mereka bergumam pake bahasa yang saya ga ngerti.
Saya heran aja, berani banget orang jahat itu ya. Padahal itu kejadiannya di tepi jalan yang ramai, siang hari waktu dhuhur dan saya juga tidak berjalan sendirian, tapi rombongan jamaah. Emang kebetulan saat saya dirangkul ibu tadi, saya berjalan agak lambat sehingga agak tertinggal dari yang lain, tapi di depan dan di belakang saya masih ada jamaah yang lain. Begitu selesai kejadian itu, bu Nunung yang berjalan di belakang langsung menghampiri saya. Beliau ternyata melihat kejadian saya hampir dirampok, tapi dia ga berani teriak, takut penjahatnya rame. Kata bu Nunung, sebelum penjahat itu merangkul saya, ibu itu diam-diam juga udah mencoba membuka resleting tasnya Ike, tapi Ike ga sadar karena sedang ngobrol dengan mba Yulia. Begitu sadar kalo aksinya dilihat oleh bu Nunung, si ibu tadi ga jadi merogoh tasnya Ike, dia mundur.
Untung aja kejadian tadi ga membuat niat umroh saya kendor, pokoknya ga boleh takut ama manusia, takutnya ama Allah aja! Huuffftt…
Alhamdulillah umroh kedua yang dibimbing oleh ustadz Bahrain ini berjalan lancar, walaupun ditengah matahari yang terik, tetep bisa khusyuk beribadah. Selesai umroh kedua dan sholat ashar di Masjidil Haram, kami berjalan pulang ke hotel. Karena inget belum beli kado, dan mba Yulia juga mo ngambil uang di atm, akhirnya kami mampir-mampir dulu di mall di bawah hotel Hilton. Saya penasaran pengen nyoba ngambil uang di mesin atm disana pake kartu atm Mandiri saya, ternyata bisa! Walopun tabungan saya rupiah, uang yang keluar dari mesin atm tetep riyal…dasar saya aja yang ndeso hihihihi…. 😀
Rabu, 14 Maret 2012
Jam 3 dini hari, dengan dibimbing oleh ustadz Wahidin, kami berangkat ke Masjidil Haram untuk melaksanakan thawaf sunah sepertiga malam. Berbeda dengan thawaf biasa yang bacaan tiap putarannya dibimbing oleh ustadz, kali ini kami baca doanya masing-masing. Putaran pertama berdoa minta ampun sama Allah, putaran kedua berdoa mengucapkan syukur atas nikmat Allah selama ini, putaran ketiga shalawat untuk Rasulullah, putaran keempat berdoa mohon ampunan bagi kedua orangtua, putaran kelima hingga ketujuh doa bebas sesuai dengan hajat masing-masing.
Selesai thawaf, kami sholat sunnah dan berdoa di shaf yang lurus menghadap Ka’bah di bagian yang ada pancuran emas, salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Saya dan beberapa orang jamaah wanita sengaja berlama-lama sholat dan berdoa disini, sambil menunggu waktu sholat shubuh, dengan harapan bisa sholat shubuh di shaf dekat Ka’bah. Ternyata menjelang waktu shubuh kami diusir oleh askar, disuruh pindah ke shaf khusus wanita, yaaah….kecewa hiks 😦
Hari Terakhir di Mekkah
Setelah sarapan, final packing untuk check out, kami masih punya waktu untuk ziarah ke tempat-tempat sekitar Masjidil Haram.
Jabal Abi Qubais
Jabal abi qubais adalah bukit yang letaknya sangat dekat dengan Masjidil Haram dan berhadapan dengan bukit Shofa. Ia merupakan gunung yang pertama kali diciptakan Allah dimuka bumi setelah penciptaan baitullah Ka’bah.
Jabal Abi Qubais atau yang lebih dikenal oleh orang Indoneisa dengan nama Jabal Qubais, mempunyai ketinggian 420 meter. Dulu di atas puncak bukit tersebut ada sebuah masjid kecil yang dinamakan Masjid Bilal.  Bukit ini menurut ulama Makkah merupakah bukit mulia karena berdekatan dengan Ka’bah dan menghadap ke bukit Shofa. Ada riwayat yang menyatakan bahawa Jabal Abi Qubais adalah gunung / bukit pertama yang diciptakan Allah dimuka bumi kemudian terpencar darinya jabal jabal lainya.
lokasi Jabal Abi Qubais tepat di sebelah kanan atas tempat kami berjalan ini
Banyak peristiwa bersejarah berkait dengan Jabal Abi Qubais. Jabal Abi Qubais dikenal juga dengan nama Jabal al-Amin (bukit kepercayaan / bukit penyimpan amanah), kerena Allah telah mengamankan Hajar Aswad di bukit ini pada waktu datangnya air bah di zaman nabi Nuh as. Tatkala nabi Ibrahim as membangun Baitullah, Hajar Aswad dikeluarkan kembali dari Jabal Abi Qubais lalu dibawa oleh Jibril as dan serahkannya kepada nabi Ibrahim as untuk disimpan disudut Ka’bah.
Selain dari pada itu, diriwayatkan juga bahwa batu-batu yang digunakan untuk membangun Baitullah oleh nabi Ibrahim as diambil dari Jabal Abi Qubais dan Jabal al-Ka’bah. Setelah nabi Ibrahim ra selesai membangun Ka’bah, ia naik ke atas jabal Abi Qubais. Dari atas bukit ini ia berseru:

 

وَأَذِّن فِي ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالاً وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَميِقٍ
” Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh” (al-Hajj: 27)
Banyak juga riwayat yang menyatakan bahwa mukjizat Rasulallah saw membelah bulan terjadi di Jabal Abi Qubais. Kafir Quraisy telah meminta kepada Nabi saw untuk membuktikan kenabiannya agar beliau membelah bulan. Maka dengan kekuasaan Allah beliau telah membelah bulan menjadi dua belahan dengan tunjukan jari beliau. Peristiwa hebat ini telah disaksikan oleh kaum musyrikin Makkah bahwa bulan benar-benar terbelah dua, satu belahan berada di atas Jabal Qubais, dan belahan kedua bergerak kearah Jabal Qaiu’an atau Qu’aiqu’an yang terletak berhadapan dengan bukit Marwa.
Rumah Kelahiran Rasulullah saw, Masjid Abu Hurairah, Masjid Jin dan Ma’la
Rumah Nabi Muhammad saw ketika membina rumah tangga bersama Khadijah. Saat ini (konon) berada di bawah tiang lampu. Banyak orang membaca Al Qur’an di sini untuk menghormat dan tabaruk kepada baginda Nabi saw.
Rumah Kelahiran Nabi Muhammad saw (Maulid Nabi) yang terletak berdekatan dgn tempat mengerjakan Sa’ie, arah timur Masjidil Haram. Kawasan ini dikenali sebagai Suq al-Layl atau Shib Ali. Kini, dibangun sebuah perpustakaan dengan nama “Maktabah Makkah Al-Mukarramah”.
Pemakaman Ma’la yang terletak dalam lingkungan satu kilometer dari arah utara Masjidil Haram yang keseluruhannya menghadap ke arah Kaabah. Di sini bersemadinya jasad Sayidatina Khadijah ra, isteri Rasulullah saw, para sahabat dan ulama besar. Mereka yang dimakamkan disini antara lain : Abdul Muthalib (kakek Nabi Muhammad saw), Abu Thalib (Pamann Nabi), Siti Khadijah (isteri pertama Nabi), Qasim (putera pertama Nabi saw yang meninggal saat masih bayi). Di pemakaman ini juga digunakan untuk jamaah haji yang wafat di tanah suci ini.
Masjid Jin, saat Nabi Muhammad membaca Al Quran disini,sekelompok Jin yang lewat mendengarnya. Mereka kemudian berbaiat dan masuk Islam. Cerita ini diabadikan juga didalam Al Quran.

ziarah terakhir ini berangkatnya full jalan kaki dooonk…
foto bersama dengan background Maktabah Makkah Al-Mukarramah
sambil nunggu jamaah cowok masuk melihat makam, jamaah cewek narsis2an dulu nih di Ma’la 🙂
Karena kami semua udah kecapekan jalan saat berangkat tadi, juga agar tidak terlambat sampai di hotel, kami akhirnya urunan nyewa mobil, atau lebih tepatnya angkot kali ya klo disana….Awalnya kami nekat nyetop bis, tapi ternyata bisnya ga lewat jalan dekat hotel kami…Dan inilah pengalaman seru empet-empetan dalam mobil, but we’re all enjoy it 😀
pengen tau gimana rasanya? coba aja mobil L300 diisi 13 orang 😀

Sesampainya di hotel kami langsung bersiap ke Masjidil Haram untuk melaksanakan sholat dhuhur sekalian thawaf wada’. Sedih dan berat rasanya harus meninggalkan tanah suci, semoga Engkau undang kami kembali Ya Allah….Amin…

Selamat tinggal Makkah Al Mukarramah, Makkah Yang Dihormati…Semoga amal ibadah kami semuanya diterima disisi-Nya, diijabah segenap doa dan harapan, dipanjangkan umur agar bisa hadir kembali ke tanah suci ini…Amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s