Culinary

Nugget iTuna (Ikan Tuna)

Di pasaran, makanan yang menggunakan olahan daging ikan, kebanyakan ikan yang digunakan adalah tenggiri, karena warna daging yang putih sehingga menghasilkan warna makanan yang terlihat lebih cantik serta daging empuk. Nah, weekend kali ini aku coba berkreasi dengan olahan daging ikan tongkol putih atau tuna. Pilihannya jatuh pada cemilan nugget, yang biasanya disukai anak-anak hingga dewasa. Yuuukk cuuss ke dapur.

Bahan:

  • 1 kg ikan tuna, fillet diambil dagingnya saja (hasil bersih sekitar 750 gram)
  • 2 bongkol bawang putih
  • 100 gr tepung terigu
  • 50 gr tepung tapioka
  • 1 sendok makan merica/lada hitam, haluskan
  • 2 butir telur
  • 2 batang daun bawang, cincang halus
  • Garam dan gula secukupnya
  • Minyak untuk menggoreng
  • 100 – 200 ml air
  • Tepung roti / tepung panir untuk lapisan luar

Cara Memasak:

  1. Haluskan daging ikan bersama bawang putih, tambahkan air secukupnya dan blender dengan kecepatan sedang. Sisihkan.
  2. Tambahkan 1 butir telur, tepung terigu, tapioka, merica/lada, daun bawang ke dalam adonan ikan, tambahkan garam dan gula secukupnya, aduk rata.
  3. Panaskan kukusan. Masukkan adonan nugget dalam wadah cetakan dengan ketebalan sekitar 1 – 2 cm. Masukkan wadah cetakan nugget dalam kukusan, masak selama 15 – 20 menit.
  4. Setelah matang, angkat wadah cetakan, biarkan hingga dingin.
  5. Potong-potong nugget sesuai selera. Baluri dengan telur dan tepung panir. Sisihkan.
  6. Simpan nugget dalam freezer agar panir lebih menempel.
  7. Goreng nugget hingga kecoklatan, angkat dan hidangkan bersama sambal botol dan mayonaise.

 

Tips:

  • Tepung terigu, tepung tapioka, merica/lada, gula dan garam bisa diganti dengan tepung instan yang biasa digunakan untuk menggoreng ayam atau udang crispy.
  • Adonan ikan bisa juga ditambahkan parutan wortel dan sayuran lain seperti brokoli atau bayam yang sudah dihaluskan.
  • Untuk olahan makanan laut, aku lebih suka menggunakan bumbu yang tidak terlalu kuat rasa dan aroma, serta proses memasak yang tidak terlalu lama, agar citarasa asli bahan baku makanan laut tidak hilang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s