Traveling

UK Spring Trip March 2016 (Perjalanan Part 1)

Kenapa kamu pengen ke Inggris?

“Pengen masuk ke stadion MU!”

“Pengen foto pake outfit ala Royal Family di Buckingham Palace!”

“Pengen ngerasain tinggal di London!”

“Pengen ngomong Bahasa Inggris di negara asalnya!”

“Pengen nyari jodoh”

Ok fix, jawaban terakhir memang menjelaskan bahwa kami 5 orang wanita yang belum menikah, udah gitu ajah. Gak usah mainstream nanya kapan nikah plis.

Tepat tanggal 18 Maret 2016 jam 00:15 WIB, kami memulai perjalanan bersama maskapai Etihad, dengan satu kali transit di Abu Dhabi. Tanggal 18 Maret 2016 jam 12 siang waktu London, kami mendarat selamat di tanah Ratu Elizabeth untuk pertama kalinya. Rasanya campur aduk, bahagia sekaligus nervous, apalagi menjelang counter pengecekan imigrasi. Dengan modal sok pede dan tenang plus senyum, Alhamdulillah pengecekan imigrasi aman, horeeee.

IMG_3672

With you, Branti, ateeh and Yulista at London Heathrow Airport

Walaupun di London sudah mulai peralihan dari Winter ke Spring, tetapi ternyata suhu masih amat sangat dingin bagi orang Indonesia. Brrr.

Selama 12 hari perjalanan, memang gak semua kota bisa kami sambangi. Apalagi niat awal perjalanan ini adalah slow traveler, artinya gak mengejar banyak spot wisata tetapi menikmati apapun yang kami temui selama perjalanan. Sebutlah London, Edinburgh, Scottish Highlands, Birmingham, Manchester dan Oxford sebagai kota tujuan kami kali ini.

LONDON

“You find no man, at all intellectual, who is willing to leave London. No, Sir, when a man is tired of London, he is tired of life; for there is in London all that life can afford.” – Samuel Johnson, 1777 –

Sejujurnya buat aku pribadi, ada sedikit rasa cemas ketika traveling ke negara yang bukan mayoritas muslim, termasuk saat akan berangkat ke UK. Namun sejak pertama kali menghirup udara London, kecemasan itu langsung sirna.

London is lovely.

Kalo kata Mamak Irma, London ini kayak ningrat-nya Eropa atau Yogya-nya Indonesia, dimana warga asli atau lokal sikapnya santun dan ramah. Gak heran makanya banyak warga pendatang dari berbagai kebangsaan yang menjemput rezeki di ibukota Negara Inggris dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat dibandingkan Negara Eropa lainnya. Bagi wisatawan, London memberikan banyak pilihan untuk menjelajahi setiap sudut kota.

Sebagai salah satu kota di negara Eropa dengan sejarah yang cukup panjang, sangat mudah menemukan bangunan tua saksi sejarah yang masih dijaga dan berfungsi dengan baik, bersanding dengan bangunan dan fasilitas modern. Big Ben, Westminster Abbey, Tower Bridge, Buckingham Palace, Palace of Westminster, Tower of London dan St Paul’s Cathedral adalah the most visited historical landmarks di London. Kami berkesempatan menikmati landmark ini dengan berjalan kaki dan naik public bus dari satu tempat ke tempat lain, karena lokasinya yang tidak terlalu jauh satu sama lain.

IMG_4249

IMG_4233

Processed with MOLDIV

And guess what? Jauh-jauh ke London, ketemunya orang-orang Indonesia (baca: Surabaya) juga, waktu kami sedang asyik foto dan video narsis di Big Ben hahahaha.

Sebagai orang yang gak terlalu ngerti soal sejarah, buat aku landmark yang paling favorit selain Big Ben dan Tower Bridge adalah nonton changing guard di Buckingham Palace. Sedikit tips, karena prosesi changing guard alias ganti shift penjaga istana sebenarnya berlangsung di dalam pagar istana, maka pilihlah spot pas di sisi pagar istana dekat pintu utama keluar masuk. Jangan lupa juga untuk tetap waspada dengan barang bawaan ya, copet berkeliaran dengan lincahnya karena pengunjung yang selalu padat merayap setiap hari.

Saking tersohornya Tower Bridge sebagai salah satu ikon kota London, gak jarang orang menjadi salah persepsi dan salah sebut sebagai London Bridge, padahal keduanya adalah dua jembatan yang berbeda hanya letaknya memang berdekatan, mari kita lihat foto ini ya supaya gak jadi wisatawan yang salah informasi.

london-vs-tower-bridge

Sumber: http://1000things-london.com/22-tower-bridge/

London-Bridge-vs.-Tower-Bridge

Sumber: http://www.freetoursbyfoot.com/london-bridge-tower-bridge/

Tower Bridge adalah tipe jembatan angkat dan gantung, yang masih beroperasi normal hingga saat ini. Kalo kamu berada dekat jembatan ini cukup lama, kamu berkesempatan melihat badan jembatan yang mengangkat / terbuka untuk memberikan jalan bagi kapal yang akan melintas, seperti yang kita lihat di salah satu (atau mungkin beberapa) scene film James Bond.

IMG_3855

Bosan dengan wisata sejarah? Kita juga bisa explore beberapa pasar yang tersebar seantero London, baik yang hanya digelar saat weekend ataupun setiap hari. Borough market, Camden market, Covent Garden market, Portobello road market, Brick Lane market, Old Spitalfields market, Greenwich market, Broadway market adalah sebagian yang sering disebut-sebut.

Kalo kamu mencari kuliner yang enak dan sehat, atau sayur, buah dan bahan makanan organic, datanglah ke Borough market. Hari Sabtu adalah hari paling ramai penjual dan pembeli, jadi jangan kaget kalo kamu akan berdesak-desakan dengan pengunjung yang lain.

IMG_4197

Sedikit berbeda dengan kawasan Camden market. Kawasan Camden ini lebih luas dan barang yang dijual juga lebih beragam, mulai dari produk fashion, kerajinan tangan, cinderamata, kuliner dan aneka produk kulit. Aku recommended banget tempat ini bagi kamu yang mencari kuliner halal dan oleh-oleh yang murah. Chinatown di London juga menjadi salah satu tempat favorit wisatawan membeli berbagai macam oleh-oleh murah, tetapi kami gak sempat hunting pernak-pernik disini.

IMG_4211

Pengen shopping barang branded sekelas LV dan Chanel? Berjalan lah sepanjang Regent St. dan Oxford St. kamu akan puas melihat berbagai barang branded keluaran terbaru atau limited edition, dengan harga yang tentu saja sesuai. Jangan lupa mampirlah di Harrods, Selfridges dan Liberty yang tidak hanya menyediakan produk beauty and fashion tapi juga home and living. Bagi yang limited budget, dijamin akan kalap belanja di salah satu jaringan toko H&M, Mark & Spencer dan tentu saja Primark yang juga berlokasi di Oxford St.

Bagi yang terbiasa tinggal di kota yang hidup selama 24 jam, jangan kaget kalo traveling ke UK kamu akan merasakan suasana yang berbeda, dimana aktifitas toko, tempat makan dan fasilitas umum sudah tutup dan sepi di jam 8-9 malam. Hanya di beberapa tempat saja di kota London kamu akan menemukan yang masih beroperasi hingga larut malam.

Jangan khawatir untuk transportasi umum, TfL atau Tranportation for London sudah menyediakan beberapa rute bis dan tube (kereta bawah tanah) yang beroperasi hingga larut malam. Dari pengalaman kami memanfaatkan transportasi umum di London, akan jauh lebih hemat menggunakan Oyster Card, yaitu kartu isi ulang yang bisa dipakai untuk bis dan kereta semua rute di dalam kota London. Sedikit tips, daripada bayar mahal untuk tur Hop On Hop Off keliling London, manfaatkan saja Oyster Card untuk naik bis double decker ke beberapa rute yang kamu sukai.

Kamu pecinta serial Harry Potter dan Sherlock Holmes? Jangan lupa mampir di Platform 9 3/4 di King’s Cross Station dan Museum Sherlock Holmes deh, jaraknya gak terlalu jauh, dan harus siap mental berdesakan dan antri ya, karena selalu rame.

IMG_4173

Processed with MOLDIV Processed with MOLDIV

Sebenarnya kalo mau lebih puas, sediakan waktu satu hari khusus untuk berkunjung ke Warner Bros Studio Tour atau lebih dikenal dengan Museum Harry Potter, karena disini kita bisa lihat langsung setting lokasi syuting Harry Potter yang asli, dan bisa pegang berbagai properti aslinya.

EDINBURGH & SCOTTISH HIGHLANDS

Tahukah kamu bagaimana spelling ‘Edinburgh’ yang benar? e-din-brah.

Ada cerita yang tidak akan terlupakan bagi kami saat perjalanan dari London ke Edinburgh.

Untuk menuju ke Edinburgh dari London, ada beberapa moda transportasi yang bisa dipilih yaitu pesawat, kereta, bis atau rental mobil. Mempertimbangkan biaya, mobilitas kami beserta koper gede dan waktu, akhirnya kami memilih bis, lebih tepatnya sleeper coach atau bis dengan seat berupa tempat tidur kecil. Dalam bayangan kami, bisa tidur nyenyak selama perjalanan kurang lebih 8 jam. Kenyataannya, kami semua mabok darat karena efek mual dan pusing. Cukup sekali dan gak mau lagi ngulang naik sleeper coach, mendingan seat duduk biasa aja, hahaha.

12440219_162330330825076_4868725704204172886_o

Dibandingkan London, Edinburgh lebih kental terasa suasana tradisional khas Scotland. Pusat keramaian yang ramai dikunjungi adalah Princess St. dan Queen St. selain Edinburgh Castle. Bagi yang suka tantangan, cobalah mendaki ke Arthur’s Seat, dari sini pemandangan kota Edinburgh akan terlihat lebih cantik.

Transportasi umum terdiri dari bis, kereta dan tram. Demi nyaman menjelajah Highlands of Scotland kita harus menggunakan jasa tur atau rental mobil. Banyak sekali penyedia dan pilihan paket tur dengan start dan finish di kota Edinburgh, mulai dari one day tour hingga paket menginap, dan pastikan booking paket tur maksimal sehari sebelumnya.

Dengan rekomendasi resepsionis tempat kami menginap, kami dibantu booking tur di Rabbie’s Tour untuk paket Loch Ness, Glencoe & the Highlands – One Day Tour seharga 45 pound per orang exclude lunch dan Lochness boat cruise bayar terpisah sekitar 13 pound per orang. Lebih lengkap bisa cek di website www.rabbies.com

Rute perjalanan kami sebagai berikut:

Screen Shot 2017-03-19 at 3.16.30 PM

Sejujurnya, gak nyesel deh bayar mahal untuk tur ini, karena gak cuma melihat pemandangan alam yang luar biasa indah, tetapi juga jadi tau sejarah dan cerita tempat yang kami kunjungi, terlebih lagi tour guide sekaligus driver kami adalah orang asli Scotland, dengan mengenakan kostum tradisional dan logat khas, dia membawa suasana sepanjang perjalanan jadi terasa menyatu.

IMG_3937

IMG_4053 

61582_166316333759809_7262451723168444874_n

IMG_3988

12717952_166316307093145_1305198187239356927_n

IMG_3998

IMG_4048

IMG_4071

BIRMINGHAM

Tahukah kamu, berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Nasional Statistik Inggris (ONS) yang dirilis pada akhir Januari 2016, jumlah warga Muslim di Inggris untuk pertama kalinya menembus angka tiga juta, dan salah satu populasi terbesar di kota Birmingham.

Ooppss…tapi jangan bayangkan Birmingham kayak di Indonesia ya. Muslim di Birmingham didominasi oleh imigran, terutama Asia Selatan (khususnya Bangladesh, Pakistan, dan India).

Selama di Birmingham, kami menginap di pusat kota daerah Arcadian Centre, yang ternyata dekat sekali dengan Bullring Shopping Centre dan juga pasar dimana kita bisa belanja bahan makanan halal yaitu Bullring Indoor dan Outdoor Market serta swalayan Day In. Selain itu, aku juga menyempatkan diri menyusuri pertokoan sepanjangan Coventry Road dimana hampir semua toko disini menjual berbagai macam kebutuhan muslim.

Processed with MOLDIV

IMG_4113

IMG_4107

IMG_4085

Sayangnya, selama tiga hari dua malam kami tinggal di Birmingham, suasana kota yang kami rasakan tidak senyaman London, dalam hal kebersihan dan ketertiban kota.

Sebagai pecinta coklat, aku juga berkesempatan berkunjung ke Bournville untuk melepaskan rasa penasaranku akan Cadburry World. Lokasinya sekitar setengah jam dari pusat kota Birmingham dengan moda transportasi kereta. Ternyata tempat ini lebih cocok untuk anak-anak hahaha. Rasa penasaranku cukup terobati karena bisa menyaksikan bagaimana proses produksi coklat dari awal hingga akhir melalui penjelasan tour guide dan live production yang bisa dilihat melalui jendela kaca.

Saat pulang dari Bournville, di kereta aku berkenalan dan ngobrol dengan sepasang oma-opa yang super duper ramah dan sopan.

 IMG_4091

MANCHESTER

Bagi pecinta sepak bola, terutama pendukung Manchester United (MU), pasti tidak akan melewatkan kesempatan untuk berkunjung ke kandang MU ini. Mamak Irma, Ateeh, Thatha dan Branti menyempatkan berkunjung ke Manchester untuk ikut stadion tour MU, sementara aku memilih ke Cadburry World.

Birmingham ke Manchester bisa ditempuh dengan kereta atau bis, durasi perjalanan 2 – 3 jam, dan hampir setiap jam ada bis yang berangkat ke Manchester.

12717897_171131299944979_3478031643657270248_n

12885969_170808899977219_277595665587841009_o

12039743_170665589991550_6859233917009653169_n

12670906_171131346611641_6301477791101942742_n

OXFORD

 Kalo sudah di Inggris, rasanya sayang kalo gak menyempatkan berkunjung ke salah satu universitas tertua di dunia yaitu Oxford. Dengan menggunakan moda transportasi bis, perjalanan menuju kota Oxford ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam dari London.

IMG_4309

IMG_4280

IMG_4310

IMG_4293

IMG_4303

IMG_4311

12923280_178294729228636_377831723664921954_n

 Dengan ditemani Irfan, teman Branti yang kuliah di London, kami menyusuri beberapa tempat seperti Trinity College yang katanya pernah jadi salah satu lokasi syuting Harry Potter, sholat dzuhur di mushola kampus dan Bodleian Library. Overall, suasana kampus dan sekitarnya emang nyaman dan tenang, bikin kangen pengen kuliah lagi hehehe.

12022438_167112180346891_2983791001126485243_o

Serunya perjalanan kami kali ini bisa dilihat melalui video youtube akun Nur Rukiati yaaa ^_^

Related Stories:

Mudah Mengurus Visa Inggris (UK)

UK Spring Trip March 2016 (Persiapan)

UK Spring Trip March 2016 (Perjalanan Part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s