Traveling

UK Spring Trip March 2016 (Persiapan)

Belajarlah bahasa Inggris, sampai ke negeri Inggris. – gadiezz –

Quote diatas mungkin lebih tepat menjawab alasan kenapa aku berani memutuskan untuk traveling ke UK, selain juga alasan yang agak dramatis, yaitu survey lokasi untuk lanjutan draft novel ‘Dosa Termanis’ yang baru sampai bab sang tokoh utama dapat beasiswa LPDP di Cambridge University.

Dan gak tanggung-tanggung, trip kali ini aku bukan lagi jadi peserta tur, tapi sekaligus bagian dari coaching sama mamak Irma Rahayu (Emotional Healing Indonesia) dan 3 orang anak coaching lainnya, Thatha, Branti, Ateeh. Proses coaching pun dimulai sejak jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.

PERSIAPAN

Dana atau Budget

Seringkali orang takut untuk traveling ke suatu tempat karena biaya yang mahal. Padahal yang namanya mahal atau murah itu relatif ya, parameternya beda-beda tiap orang.

Jadi begini rahasianya *ceritanya lagi bisik-bisik*

Berapapun dana yang kamu punya, kamu tetap bisa traveling ke tempat impian kamu. Masa sih? Iya. Coba deh baca buku atau sharing pengalaman para traveler, kamu pasti takjub ada yang bisa keliling Jepang dengan dana dibawah 5 juta rupiah, bisa ke Eropa dengan dana 10 juta rupiah dan lain-lain. Aturan mainnya cuma satu: kenyamanan berbanding lurus dengan harga.

Yang traveling ke Eropa dana 10 juta, tentu beda kenyamanannya dengan yang dana 20 juta;

atau yang sama-sama dana 30 juta, tentu beda antara arrange sendiri atau pakai travel agent.

Porsi terbesar dari biaya traveling adalah transportasi (khususnya tiket pesawat) dan akomodasi, maka rajinlah berburu tiket pesawat promo dan akomodasi sejak jauh hari. Di negara maju seperti Eropa, UK dan AS, transportasi lokal semacam bus, kereta, pesawat atau rental mobil juga biasanya jauh lebih murah jika beli via internet (booking online) jauh hari daripada beli saat hari H. Perhatikan juga waktu atau tanggal yang kamu pilih untuk traveling, apakah peak season atau tidak, karena amat berpengaruh pada harga dan ketersediaan transportasi dan akomodasi.

Bagaimana dengan pengalamanku?

Sejak awal sepakat untuk traveling berlima tanpa travel agent alias traveler mandiri, kami sudah menentukan dana maksimal untuk trip kali. Dana maksimal artinya sudah all in dengan biaya hidup selama di UK serta jajan dan oleh-oleh.

Dari dana maksimal ini, aku membaginya jadi 50% untuk tiket pesawat dan akomodasi. Karena perjalanan ke London ditempuh dalam waktu kurang lebih 17 jam, kami memilih menggunakan maskapai Etihad, agar nyaman selama perjalanan, dan so far puas dengan maskapai satu ini.

Selama di London, Edinburgh dan Birmingham, kami mencoba tipe akomodasi yang berbeda-beda, mulai dari hostel, guest house, hotel hingga apartemen.

Bagi yang ingin berhemat, mungkin bisa mencoba pilihan maskapai low cost carrier atau maskapai yang menawarkan harga murah tapi total durasi perjalanan lebih panjang alias transit di beberapa tempat. Untuk akomodasi murah bisa memilih hostel, akomodasi via www.couchsurfing.com (aku sendiri belum pernah coba couchsurfing sih), atau numpang di rumah saudara dan teman.

Oke, 50% dana dipakai untuk tiket pesawat dan akomodasi, sisanya?

Sisanya untuk transportasi lokal, biaya tiket tempat wisata dan tur lokal, uang makan, jajan dan oleh-oleh. Aku pribadi kemarin bawa uang cash sebanyak sisa dana ini, agar memudahkan transaksi dan tidak over budget karena terlalu sering tarik tunai di ATM atau gesek kartu kredit. Pengalaman pribadi tarik tunai di mesin ATM lokal (yang bertanda Visa atau Mastercard) dan transaksi menggunakan kartu kredit, memang jauh lebih baik tukar uang di money changer di Indonesia. Kalaupun mendesak karena kehabisan uang cash, aku lebih memilih tarik tunai di mesin ATM lokal daripada transaksi menggunakan kartu kredit, berdasarkan pengalaman pribadi sebagai nasabah kartu debit Visa-Mandiri dan kartu kredit Visa-BNI 🙂 Beda bank mungkin beda lagi ya kebijakan terkait exchange rate-nya.

Selain tiket pesawat dan akomodasi, hal penting lain yang perlu disiapkan jauh-jauh hari adalah Visa. Lebih detail tentang Visa ini silakan baca tulisanku sebelumnya ya Mudah Mengurus Visa Inggris (UK)

Tips:

Tema atau Tipe Perjalanan

Sebagian orang suka traveling dengan mengejar banyak tempat yang dikunjungi, sebagian lagi lebih suka perjalanan ala slow traveler alias menikmati beberapa tempat yang benar-benar pengen dikunjungi aja. Beberapa orang suka mengunjungi wisata alam, sejarah dan religi, sebagian lainnya suka ke tempat ramai, pusat wisata atau pusat perbelanjaan.

Kesepakatan mengenai tema atau tipe perjalanan ini penting untuk menyusun itinerary atau detail susunan perjalanan. Makin banyak kepala, makin banyak maunya, makin kerja keras si travel planner putar otak agar semua kepentingan bisa diakomodasi dengan baik.

Setelah menentukan tema atau tipe perjalanan, langkah selanjutnya adalah membuat cluster atau mengelompokkan rute perjalanan berdasarkan jarak tempuh, kemudahan transportasi dan waktu perjalanan. Hal ini agar tidak boros biaya dan waktu.

Perhatikan juga jam operasi tempat wisata yang ingin dikunjungi dan carilah informasi wisata apa yang sedang hits termasuk yang gratis untuk wisatawan 🙂

When in UK, live as the British do;

When in elsewhere, live as they live elsewhere. – gadiezz –

Buat aku, seni traveling itu ketika aku bisa berinteraksi dan mencoba gaya hidup seperti orang lokal, misalnya mengisi perut dengan makanan dan minuman khas setempat (yang halal tentunya), naik transportasi umum dan ngobrol dengan penduduk lokal, selain mengunjungi tempat wisata dan tempat nongkrong favorit penduduk lokal.

Selama di UK, semaksimal mungkin aku memasukkan hampir semua pilihan transportasi umum dalam susunan perjalanan, mulai dari menggunakan bus dalam kota, bus antar kota/coach, kereta dalam kota (Underground dan Overground), kereta antar kota, kereta express ke bandara, sleeper coach (gak recommended bagi yang gampang mabok darat), taksi dan minibus/van saat tur ke Highlands.

Moda transportasi lain yang lebih fleksibel dan relatif lebih murah adalah rental mobil. Dengan modal Driving License/SIM internasional, kamu udah bisa rental mobil mulai dari bandara hingga kembali ke bandara lagi. Salah satu penyedia jasa rental mobil langganan temen kantor adalah Sixt. Nyetirnya kayak di Indonesia aja karena di UK posisi setir mobil ada di sebelah kanan. Kekurangannya adalah biaya parkir di UK cukup mahal, jadi bisa diakali dengan cari spot parkir gratis atau parkir di hotel tempat menginap. Sayangnya waktu di UK gak sempet merasakan nyetir sendiri keliling kota 🙂

Tips:

  • Mengatur agar semua bukti booking tiket dan hotel tersusun rapi dan paperless? Cobalah aplikasi travel organizer seperti TripIt  yang tersedia di App Store ataupun Google Play
  • Gunakan kartu Oyster untuk kemudahan transportasi selama di London dan manfaatkan fasilitas Capping
  • Gunakan Google Maps dan City Mapper sebagai petunjuk rute perjalanan, yang penting koneksi internet lancar ya 🙂
  • Website Visit Britain ini salah satu yang banyak membantu dalam menyusun itinerary, selain rajin baca buku dan blog traveler serta komunitas Backpacker Dunia

Bagasi dan Packing

Apakah semua penerbangan internasional itu jatah bagasinya 30kg?

Jawabannya tidak.

Karena maskapai non-low cost carrier pun punya kebijakan sendiri terkait bagasi, biasanya menyesuaikan dengan tipe/kelas tiket dan rute penerbangan. Misalnya tiket Etihad kelas Economy Saver, jika rutenya Jakarta – Abu Dhabi, jatah bagasi adalah 30kg + 7kg kabin/hand luggage, sedangkan jika rutenya Jakarta – London (transit Abu Dhabi), jatah bagasi adalah 23kg + 7kg kabin/hand luggage.

Selain berat bagasi, hal lain yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan saat packing:

  • Bawa pakaian secukupnya, yang penting nyaman dan sesuai dengan cuaca dan tipe perjalanan kamu. Juga kenakan pakaian yang bersih dan nyaman selama perjalanan, jangan sampai mengganggu penumpang lain karena bau ketek atau bau sepatu yang tak sedap.
  • Barang bawaan berupa makanan basah dan cairan sebaiknya dimasukkan dalam vacuum seal bag sebelum dimasukkan ke dalam koper. Sediakan juga vacuum seal bag cadangan dalam hand luggage kamu, untuk membungkus kosmetik ataupun makanan. Jika diperlukan membawa gunting atau cutter, masukkan ke dalam koper aja.
  • Bawalah hand luggage seminimalis mungkin, kecuali koper kamu udah over bagasi (masak baru berangkat udah over bagasi?? :D). Selain untuk mengurangi potensi barang tertinggal karena kebanyakan tentengan, beberapa petugas bandara cukup ketat masalah hand luggage ini, seperti pengalaman waktu naik Air Asia dari bandara Haneda Jepang, penumpang hanya boleh bawa 1 item hand luggage, jadilah kudu re-packing depan pintu belalai menuju garbarata, masukin semua tentengan ke dalam 1 tas aja *pfiuh*
  • Bawa colokan listrik yang sesuai atau colokan listrik universal, dan sebaiknya bawa juga kabel ekstension karena bakal dibutuhkan selain untuk charging handphone, juga charge batere kamera, powerbank, rice cooker, setrika, dan lain-lain.
  • Traveling items lainnya yang harus selalu ada antara lain: powerbank, payung/jas hujan, topi, sunglasses dan obat-obatan penting kamu.
  • Last but not least, bawa koper yang cukup untuk semua barang bawaan kamu (termasuk belanjaan dan oleh-oleh saat pulang nanti) dan memudahkan untuk dibawa alias koper dengan roda empat.

Okeh, semua persiapan udah beres, urusan cuti udah aman, tiket dan passport udah di tangan, saatnya melangkahkan kaki ke bandara dan jangan lupa berdoa (dan berfoto) sebelum berangkat yesss 🙂

berangkat

Related Stories:

Mudah Mengurus Visa Inggris (UK)

UK Spring Trip March 2016 (Perjalanan Part 1)

UK Spring Trip March 2016 (Perjalanan Part 2)

6 thoughts on “UK Spring Trip March 2016 (Persiapan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s