Traveling

Sepotong Cerita Dari Bali

Sejak tahun 2012, aku dan kedua adik Yan dan Mia selalu menyempatkan diri untuk traveling bareng, biasanya di bulan Januari, dengan semangat memulai tahun yang baru dan juga karena ulang tahun aku dan Yan yang sama-sama jatuh di bulan Januari. Traveling sederhana sesuai budget biasanya sekitaran Batam dan Singapura.

Januari 2017 ini kami pelesiran agak jauh, yaitu ke Bali.

Dimulai dari mencari tiket murah dari Batam dan dari Balikpapan, sampai aku sendiri menyempatkan diri hadir dalam acara GATF jakarta di awal bulan November. Hasilnya nihil, harga tiket pp diatas 3 juta. Menyerah? Tentu saja tidak kalo urusan traveling hahaha. Alhamdulillah awal Desember tiket sudah di tangan. Aku dapat tiket promo GA seharga 1.8 juta Balikpapan – Surabaya – Denpasar – Surabaya – Balikpapan melalui http://www.tiket.com, sedangkan Yan dan Mia memilih jalur internasional yaitu Singapore – Denpasar – Singapore dengan maskapai Tiger Airways seharga 1.7 juta. Gaya banget ya, ke Bali aja lewat Singapore. Yah begitulah kenyataannya, transportasi jalur domestik kadang jauh lebih mahal daripada jalur internasional. Sama hal yang aku alami beberapa tahun lalu saat mudik lebaran dari Balikpapan ke Batam, semua harga tiket domestik pp udah diatas 4 juta. Puter otak, akhirnya coba cari rute Balikpapan – Singapore – Balikpapan (saat itu masih ada flight GA Makasar – Balikpapan – Singapore). Hasilnya? Alhamdulillah mudik lebaran lebih nyaman dengan GA Balikpapan – Singapore – Balikpapan seharga 2.6 juta ajah.

Tiket udah aman, lanjut mikirin akomodasi dan rute perjalanan.

Bagiku, traveling gak harus selalu serba murah, apalagi jika ada memang ada rezeki lebih untuk membeli kenyamanan, jangan lah terlalu pelit sama diri sendiri dan jangan boros juga.

Perjalanan selama 5 hari di Bali, kami memilih rental mobil plus supir dan penginapan bintang tiga dan empat. Rute perjalanan juga sedikit berbeda dengan kebanyakan turis yang mengejar tempat hang out keren, pantai, villa dan resort yang kece untuk diunggah di social media. Kalo kata Yan, ngapain kita jauh-jauh ke Bali buat lihat pantai doang, di Batam juga banyak pantai hahaha.

AIR TERJUN TEGENUNGAN

Air terjun ini terletak di desa Kemenuh, kabupaten Gianyar Bali dan berjarak sekitar 30 km dari pusat kota Denpasar. Dari sekian banyak air terjun di Bali, lokasi ini paling mudah dijangkau dengan kendaraan mobil. Untuk berdekatan langsung dengan air terjun, kita harus melewati anak tangga yang cukup curam.

16142588_10211723941192391_5683412697911900061_n

Meskipun ketinggiannya hanya 15 meter, namun debit air cukup deras. Gak heran kalo banyak pengunjung yang bermain air dan mandi disini.

PERKEBUNAN KOPI

Sepanjang perjalanan dari Gianyar ke Kintamani, kami melihat banyak sekali perhentian turis disisi jalan. Ternyata tempat tersebut adalah perkebunan kopi program pemerintah yang dikelola oleh penduduk lokal. Kami berhenti di salah satu lokasi kebun kopi. Sembari masuk ke dalam, kami mendapatkan penjelasan singkat tentang isi kebun kopi yang tidak terlalu luas tersebut. Pengunjung tidak dipungut biaya masuk. Setelah penjelasan singkat selesai, kami juga disuguhi tester beberapa produk olahan kopi, dan jika ingin memesan kopi Bali atau Luwak, dikenakan harga mulai dari 35 ribu rupiah per cangkir kecil. Selain itu juga tersedia toko kecil yang menjual produk olahan kopi dari kebun ini sendiri.

16386926_10211723936112264_6989182818895104534_n

16387313_10211723945832507_6343897299490695143_n

Sayangnya, karena dikelola swadaya masyarakat, pelayanannya juga seadanya. Padahal kalo dikelola dengan baik seperti Bali Pulina, pengunjung akan lebih ramai dan tentu saja meningkatkan pendapatan.

PUNCAK KINTAMANI

Niat sebenernya pengen ke desa Pinggan, tapi karena udah kesiangan, akhirnya batal dan berhenti sejenak di Puncak Kintamani untuk istirahat makan siang.

Berada disini lumayan bikin betah, karena gak bosan menikmati pemandangan danau dan gunung Batur serta suasana udara yang segar dan sejuk.

TERASIRING DI TEGALALANG

Pernah dengar istilah Terasiring? Dulu waktu SD aku pertama kali belajar tentang sawah berundak ini dan selalu ingat penjelasan guru kalo sawah berundak yang terkenal di Indonesia itu adanya di Bali.

Ternyata, di Bali banyak sekali lokasi untuk menikmati keindahan terasiring ini diantaranya di Jatiluwih dan Tegalalang.

16298540_10211723951272643_894825948913442500_n

Satu hal penting jika ingin memotret sawah agar tidak kecewa, pastikan bahwa saat kita berkunjung memang sudah memasuki musim panen, bukan sawah yang sudah gundul habis dibajak setelah panen lewat. Kami agak kecewa saat tiba di Tegalalang ini karena sawahnya sudah tidak rimbun seperti saat menjelang masa panen. Waktu terbaik untuk menikmati hamparan sawah hijau adalah saat matahari menyingsing di pagi hari.

ARUNG JERAM DI SUNGAI AYUNG

Ini adalah pengalaman pertama kami mencoba kegiatan arung jeram. Excited pastinya, walaupun sayang Mia gak jadi ikut turun ke sungai.

Sedikit tips, jika ingin bermain arung jeram, lebih baik booking melalui tour guide atau hotel tempat kita menginap, karena mereka sudah paham mana provider arung jeram yang terpercaya dan tentu saja bisa dapat harga lebih murah. Kesempatan kali ini kami menggunakan provider New Gangga Rafting. Pada laman www.newganggarafting.com, harga paket arung jeram adalah $75 per orang, untuk rute sekitar 12 km selama 2.5 jam. Walapun gak tau berapa harga pasaran untuk turis domestik, tetapi dengan membayar 300 ribu rupiah  saja per orang rasanya udah wajar. Harga ini udah termasuk semua peralatan arung jeram dan makan siang serta fasilitas handuk dan kamar mandi bilas, kita cukup menyiapkan keperluan pribadi saja.

16265407_10211723934512224_3577037546394965989_n

Sebaiknya, saat bermain arung jeram, kenakan pakaian siap basah yang sesuai, misalnya baju berbahan kaos atau katun dan celana berbahan ringan, atau pakaian renang selain model bikini ya hahaha. Jika akan membawa handphone atau kamera, pastikan disimpan dalam waterproof bag. Kalau mau all out menikmati permainan arung jeram, singkirkan semua barang bawaan dan kenakan pakaian serta alas kaki yang paling nyaman. Jangan khawatir soal dokumentasi, provider biasanya sudah punya personil yang menunggu di beberapa titik untuk memotret, yang hasil fotonya bisa kita beli saat tiba kembali di kantor provider.

16194877_10211723941232392_2932858731567676540_n

Bagaimana rasanya bermain arung jeram? SERU LUAR BIASA! Capek tapi bikin ketagihan hahaha. Dari yang awalnya badan kaku mengayuh paddle dan meliuk kan badan saat melewati riamampe lemes rileks pas udah pertengahan jalan.

Hal yang berkesan lainnya, hampir 90% peserta arung jeram yang kami temui adalah turis asing, baik Asia ataupun Eropa dan Australia. Kesempatan baik untuk networking sesama traveler karena turis asing yang satu grup dengan kami semuanya ramah dan langsung mingle ngobrol.

TANAH LOT

Ini kali kedua aku menginjakkan kaki di Tanah Lot, setelah 6 tahun lalu. Banyak perubahan tentunya, lebih rapi dan bersih. Sayang air laut sedang pasang sehingga kami gak bisa menyeberang ke Pura. Disini juga salah lokasi terbaik menikmati sunset di Bali. Kalo tiba disini masih siang, gak ada salahnya duduk sejenak menikmati deburan ombak laut dan angin kencang yang sejuk.

16174659_10211723948432572_5030642421916773189_n

Gak jauh dari lokasi pertokoan dan warung makanan, terdapat tempat sholat yang dikelola oleh pedagang muslim.

TARI KECAK DI PURA ULUWATU

Konon katanya kita bisa menikmati pertunjukan tari kecak di beberapa lokasi di Bali, salah satu yang banyak dikunjungi adalah di Pura Uluwatu, selain di Batu Bulan, Tanah Lot dan Ubud. Harga tiket masuk pun beragam tergantung lokasi, mulai dari 50,000 hingga 100,000 rupiah. Pertunjukannya tiap hari sambil menikmati sunset, yaitu jam 18.00 sampai dengan selesai.

Gak salah emang rekomendasi supir kami untuk nonton tari kecak disini, karena selain tempatnya bersih, lokasinya di tepi tebing yang bersebelahan langsung dengan laut dan pemandangan sunset.

Hanya saja, disini wajib berhati-hati dengan barang bawaan dan asesoris yang dikenakan seperti kacamata. Saat tiba di parkiran Pura Uluwatu, kami mendengar informasi melalui pengeras suara oleh petugas yang berjaga, tentang berhati-hati terhadap barang bawaan pengunjung. Supir kami juga menegaskan hal yang sama. Bukan hanya bahaya terhadap copet berwujud manusia, tetapi ternyata bahaya terhadap serangan monyet. Ya, berbeda dengan di Monkey Forest Ubud, monyet di Uluwatu ini lebih agresif.

Aku sendiri sempat menjadi korban monyet nakal ini. Ceritanya, setelah selesai nonton tari kecak, kami langsung menuju ke parkiran untuk lanjut perjalanan ke pantai Pandawa. Sebelum naik mobil, aku mampir ke toilet. Saat berjalan dari toilet ke parkiran, tiba-tiba dari belakang ada yang menarik keras pouch yang aku bawa. Aku kaget dan menoleh, ternyata monyet! Shock melihat monyet yang tampak ganas, aku sempat tarik-tarikan pouch yang berisi dompet dan handphone. Pouch terlepas dari tanganku dan langsung dibawa lari oleh sang monyet. Lutut langsung lemes mengingat isi pouch yang berarti segalanya buatku. Aku berteriak minta tolong, gak lama ada petugas sekaligus pawang monyet yang membantu dan alhamdulillah masih rezeki dompet dan handphone balik walaupun pouch udah sobek-sobek digigitin si monyet.

PANTAI PANDAWA

Dari banyak pantai di Bali, pantai Pandawa termasuk yang baru aku dengar. Ada juga yang menjuluki secret beach pada pantai ini, karena lokasinya seolah tersembunyi dibalik tebing yang terletak tepat sebelum memasuki wilayah pantai.

16143313_10211723954072713_8918911354961768811_n

Konon awalnya pantai ini dikenal oleh penduduk sebagai pantai Melasti, karena di pantai ini sering diadakan upacara Melasti, yang merupakan bagian dari upacara hari raya Nyepi bagi umat Hindu. Pada upacara ini, umat Hindu akan bersembahyang di tepi pantai dengan tujuan untuk mensucikan diri dari segala perbuatan buruk di masa lalu.

Tanggal 27 Desember 2012 diadakanlah Pandawa Beach Festival yang pertama di Pantai Melasti dan sejak saat itu pantai ini resmi berganti nama menjadi PANTAI PANDAWA.

Hal menarik selain berlokasi di balik tebing, sepanjang sisi tebing menuju ke arah pantai, terdapat lima patung tokoh pandawa lima yaitu Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa secara berurutan. Keberadaan patung-patung ini diambil dari salah satu penggalan kisah Mahabarata saat kelima pendawa ini dikurung dalam Goa Gala-Gala.

Pantai Pandawa sendiri termasuk pantai yang aman untuk berenang dan aktifitas lain seperti bermain kano. Sepanjang pinggir pantai dengan pasir putih ini, banyak tersedia kursi untuk berjemur berserta payung dengan harga Rp 50.000 saja tanpa batas waktu penggunaan.

16174516_10211723933352195_6287347371427777227_n

AKOMODASI

Puri Padma Hotel

Setelah searching sana-sini, akhirnya pilihan jatuh pada hotel ini sebagai tempat kami menginap selama di Ubud. Kenapa? Dari review di http://www.booking.com, hotel ini termasuk masih baru, review ok, akses dan parkir mudah, serta paling penting nih, tersedia berbagai pilihan tipe kamar termasuk family room untuk kapasitas empat orang.

58899071
http://www.booking.com

Fasilitas hotel sesuai dengan review dan foto serta value for money, itulah kesan kami selama menginap dihotel ini. Walaupun hotel berlokasi di pinggir jalan, tetapi suasana tenang dan nyaman masih terasa. What we love the most dari hotel ini? Kamar tidur dan kamar mandi yang bersih dan luas, terasa seperti menginap di hotel bintang empat saja. Ditambah lagi rice field view langsung dari bagian belakang hotel, bisa kita nikmati kapan saja, pagi hari di restoran saat sarapan, atau saat bersantai dari bagian rooftop hotel.

34148978
http://www.booking.com

Dengan harga Rp. 1,920,000 untuk menginap dua malam di kamar tipe family room dan sudah termasuk sarapan, hotel ini recommended buat budget traveler yang pengen akomodasi nyaman.

Address: Jl Raya Andong, Banjar Nagi, Petulu, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571

Phone: (0361) 975323

Hard Rock Hotel

Sejujurnya udah lama ngincer pengen nginap di hotel ini tiap kali ada kesempatan ke Bali, karena alasan yang personal, ceritanya nanti di bagian akhir ya. Aku dapat promo TX Travel, jadi hanya bayar 1.5 juta rupiah untuk satu kamar deluxe include breakfast for two persons. Kok hanya pesan satu kamar? Iya karena nanggung cuman nginep satu malam *you know what I meant*

Bisa dibilang hotel ini salah satu hotel lama di lokasi Kuta dan masih tetap eksis. Fasilitas dan layanan yang memuaskan memang jadi andalan hotel ini demi bersaing dengan hotel-hotel baru.

29141845
http://www.booking.com

Kalau booking kamar tipe deluxe, lebih baik minta yang twin bed, karena akan dapat dua queen size bed, bisa lah jadi tempat beristirahat untuk empat orang *wink*. Kamar mandinya agak sempit dengan mini bath tub. Kalo mau puas berendam langsung aja ke kolam renang yang luas banget atau ke spa hahaha. Sarapannya terdiri dari menu indonesian, western dan indian food. Jadi buat yang muslim atau vegetarian, banyak menu yang bisa dipilih.

Trus kenapa aku pilih hotel ini? Begini ceritanya…

Desember 2010, aku mendapatkan kesempatan dari kantor untuk mengikuti eksternal training. Saat itu aku masih grade C – Officer dan baru satu tahun bekerja di KPC. Dari beberapa referensi provider training, akhirnya aku pilih training “Procurement and Supplier Management” yang diselenggarakan di Hard Rock Hotel Bali tanggal 21 – 23 Desember 2010. Udah seneng banget dong bisa ikut training dan pertama kali ke Bali.

Kenyataannya, karena peraturan kantor, aku yang masih grade C jatahnya hanya hotel bintang dua atau budget maksimal 500,000 / malam. Tanggal training udah masuk peak season di Bali menjelang Natal dan Tahun Baru, cukup sulit mendapatkan hotel dekat Hard Rock Hotel dengan jatah dari kantor. Last minute, saat aku udah landing di bandara Ngurah Rai, baru dapat konfirmasi dari supervisor kalo aku menginap di Aneka Beach Hotel Kuta.

Ok satu masalah selesai. Masalah lain, saat aku landing sudah larut malam dan bandara sudah mulai sepi, aku sendirian dan pertama kali ke Bali. Modal nekad dan percaya saja sama supir taksi, aku minta diantar ke alamat hotel. Untungnya supirnya baik dan hotelnya cukup nyaman untuk ukuran bintang dua, sarapannya enak.

Dari semua peserta training, hanya aku yang menginap di hotel bintang dua, peserta lainnya menginap di Hard Rock dan hotel bintang empat atau lima lainnya. At that time, aku ngebatin, one day bakal nginap di Hard Rock Hotel bayar pakai duit sendiri. And I did it.

Address: Jalan Pantai Kuta, Banjar Pande Mas, Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361

Phone: (0361) 761869

Ramada Bali Sunset Road Kuta

Hotel ini yang paling menyenangkan buat kami selama perjalanan kali ini. Dengan harga Rp. 985,550 / malam, kami sudah dapat kamar tipe junior suite room untuk kapasitas tiga orang termasuk sarapan. Yang menyenangkan selain lokasi dan layanan hotel, adalah kamar yang luas serta ambience yang nyaman. Sayang sarapannya biasa aja untuk ukuran hotel bintang empat.

79439600
http://www.booking.com
90719365
http://www.booking.com

Address: Jl. Sunset Road No.9, Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung, Bali 80361

Phone: (0361) 8468500

Gadiez Notes

Perjalanan kali ini adalah kesekian kalinya aku ke Bali. Tetapi ada yang mengusik perhatianku sejak awal perjalanan. Bahwa Bali yang selalu menjadi tujuan banyak orang sebagai tempat bersenang-senang, relaksasi atau melarikan diri dari penatnya hidup; juga mempunyai sisi lain yang seringkali luput dari perhatian.

Bahwa penduduk lokal Bali sendiri juga struggling dengan beratnya hidup dan persaingan tenaga kerja di industri pariwisata, tidak semuanya menjadi tuan di tanahnya sendiri, tidak bisa melarikan diri selain menerima dan menjalani kenyataan hidup dan menjaga kehormatan adat budaya leluhur.

Dari Pak Dewa, supir yang menemani kami selama perjalanan kali ini, aku mendapatkan banyak cerita selain informasi tentang wisata Bali tentunya. The point is, bersyukurlah atas kelapangan rezeki yang udah dikasih sama Yang Maha Pencipta.

PS. Pak Dewa ini recommended supir sekaligus tour guide di Bali. Aku juga dapat informasi beliau dari laman http://www.havehalalwilltravel.com

Dewa-Driver-In-Bali-halal-food-bali-hhwt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s