Traveling

Pengalaman Pertama Menikmati Kelas Bisnis Qatar Airways, Rute Jakarta – London-Jakarta

April 2017 adalah kali kedua aku berkunjung ke Inggris. Karena sudah familiar dengan segala detail persiapan dan negara yang dituju, jadi udah gak terlalu norak seperti tahun sebelumnya saat spring trip UK yang pertama. Ini juga kali kedua aku menggunakan maskapai Qatar Airways, setelah sebelumnya tahun 2012 saat umroh, dan terkesan dengan layanan Qatar Airways.

Lantas, apa dong pengalaman yang pertama kali dan spesial kali ini?

Pertama kali menikmati kelas bisnis! Iya, memilih sendiri kelas bisnis dengan sadar dan bayar dari hasil jerih payah sendiri. Bagi yang pernah merasakan long haul flight, pasti tau deh gimana lelah dan membosankan duduk dalam pesawat selama belasan jam. Makanya pilihan kelas bisnis kali ini bukan sekedar gaya, tapi lebih kepada alasan kenyamanan selama perjalanan.

Perjalanan dari Jakarta – Doha – London, dan kembali dari London – Doha – Jakarta, aku dan Mamak Irma berkesempatan menikmati kelas bisnis dari 3 tipe pesawat milik Qatar Airways, yaitu Boeing 787-8 Dreamliner, Airbus A380 dan Boeing 777-300ER.

“There is a first time for everything” – Anonim

Proses Check-In, Imigrasi dan Airport Lounge

Saat check in di bandara Soekarno Hatta, penumpang kelas bisnis dan first class gak perlu antri karena sudah tersedia lounge yang sudah bekerjasama dengan Qatar Airways. Selain proses check in dan handling bagasi yang lebih nyaman, di dalam lounge juga tersedia counter imigrasi khusus.

Saat transit di Hamad International Airport di Doha, penumpang gak perlu antri imigrasi dan bisa langsung menuju ke Al Mourjan Business Lounge untuk penumpang kelas bisnis dan Al Safwa First lounge untuk penumpang first class.

DSC01420
Al Mourjan Business Lounge
DSC01360
Al Mourjan Business Lounge

Bagi penumpang kelas bisnis, ada kemudahan saat antri imigrasi masuk di bandara Heathrow, yaitu antrian khusus yang tidak terlalu padat dengan menunjukkan Fast Track Pass. Namun untuk urusan pengambilan bagasi, conveyor belt-nya sama saja antara penumpang ekonomi dan kelas bisnis, tidak ada perlakuan khusus.

Sebenarnya bukan hanya penumpang kelas bisnis dan first class saja yang bisa menikmati fasilitas Fast Track di beberapa bandara di UK, tetapi penumpang regular pun bisa asal sudah mendaftarkan diri sebagai Registered Traveller https://www.gov.uk/registered-traveller . Syaratnya tidak sesulit mengurus visa, hanya untuk pemegang passport Indonesia, fasilitas ini belum berlaku.

Saat akan terbang kembali ke tanah air, proses check in penumpang Qatar Airways di bandara Heathrow untuk kelas bisnis sama seperti penumpang kelas ekonomi, hanya berbeda jalur counter saja. Kalau sudah melewati screening masuk ke ruang tunggu, jangan bingung cari-cari counter imigrasi ya, karena memang tidak ada counter imigrasi keluar, sistem imigrasi di bandara Heathrow sudah intregasi dengan sistem maskapai.

Boeing 787-8 Dreamliner

Biasanya sebagai penumpang kelas ekonomi, aku gak terlalu penasaran dengan tipe pesawat yang aku tumpangi, karena perbedaannya hanya sekitar makanan enak atau enggak, variasi entertainment on board dan space untuk leg room. Tapi kali ini justru penasaran banget atau lebih tepatnya norak hahaha.

Penerbangan Jakarta – Doha dan Doha – Jakarta, pertama kali menjajal Boeing 787-8 Dreamliner. Untuk kelas bisnis, totalnya ada 22 kursi, dengan susunan 1-2-1. Karena jumlah kursi yang tidak terlalu banyak, membuat suasana kabin kelas bisnis terasa private sekali, sangat nyaman.

Jakarta-Doha, aku duduk di kursi nomor 4E, posisinya ditengah bersebelahan dengan penumpang lain, seorang lelaki matang (tampak dari rambutnya yang sedikit ada uban-uban seksi) dan good looking walaupun tertutup topi yang dikenakannya *lah kok jadi novel*

18157272_10212588428484033_1516151411172532276_n

Sementara Doha-Jakarta, aku duduk di kursi nomor 3A, single seat dekat jendela. Kabin kelas bisnis memiliki jendela yang lebih lebar, reclining seat 180 derajat yang nyaman sekali untuk tidur beserta bantal dan selimut yang empuk, terdapat storage disisi kursi dan dibagian bawah meja LCD, lampu baca dan tidur disisi kursi dan dibagian atas. On-board Wi-Fi tersedia gratis untuk 15 menit pertama atau 10MB, selebihnya berbayar.

Sesaat penumpang menempati kursi yang tersedia, awak kabin sudah cekatan melayani. Mulai dari membagikan amenity kits, handuk panas/dingin serta orange juice dan cemilan, serta menanyakan menu untuk sepanjang perjalanan. Penumpang juga bisa meminta cemilan seperti biskuit, coklat dan kacang selama perjalanan diluar jadwal menu yang sudah dipilih.

Secara ringkas, perbedaan antara kelas bisnis dan ekonomi sebagai berikut:

Qatar 787-8 Dreamliner
http://www.qatarairways.com

Airbus A380

Qatar Airways adalah salah satu maskapai yang memiliki armada seri jet terbesar ini. Armada yang terdiri dari 2 lantai deck penumpang, selain mampu membawa penumpang lebih banyak mulai dari first class, business class dan economy class, fasilitas yang tersedia juga sangat lengkap.

Doha – London, aku duduk di kursi nomor 22F, barisan paling belakang, dekat dengan toilet dan bersebelahan langsung dengan on-board lounge. Fasilitas dan kenyamanan kursi sama persis dengan Boeing 787-8 Dreamliner. Tambahannya, penumpang kelas bisnis juga mendapatkan piyama tidur yang bisa pilih ukuran dan bisa bungkus bawa pulang setelah penerbangan. On-board Wi-Fi juga tersedia gratis untuk 15 menit pertama atau 10MB, selebihnya berbayar.

DSC01425

Yang paling istimewa, armada ini menyediakan fasilitas on-board lounge, untuk penumpang first class dan business class. Terletak di upper deck, antara kabin kelas bisnis dan kelas ekonomi premium, penumpang bisa mengusir kebosanan sambil makan, minum, membaca atau ngobrol dengan penumpang lainnya.

DSC01458

Secara ringkas, perbedaan antara first class, kelas bisnis dan ekonomi sebagai berikut:

Qatar A380

Boeing 777-300ER

London-Doha, udah berharap naik Airbus A380 lagi, kenyataannya malah dapatnya Boeing 777 plus delay karena ada gangguan sistem bagasi di bandara Heathrow, dan gak sempat menikmati Qatar Airways’ London Heathrow Premium Lounge. Efek domino dari delay, penumpang dengan lanjutan penerbangan dari Doha, terpaksa dialihkan ke penerbangan berikutnya yang terdekat setelah mendarat di Doha.

DSC01994

Aku duduk di kursi nomor 1A, barisan paling depan. Untuk kelas bisnis, totalnya ada 42 kursi, dengan susunan 2-2-2. Kursinya agak keras dibandingkan dua armada lain yang pernah aku coba. Reclining seat 180 derajat ini juga sedikit lebih pendek dan sempit. Dengan susunan seperti ini, lebih nyaman jika memilih kursi yang ditengah, karena kita tidak akan mengganggu atau terganggu oleh lalu lalang penumpang yang duduk disebelah kita. Armada ini juga tidak menyediakan on-board Wi-Fi.

Kelebihannya, tombol reclining seat menyediakan lebih banyak fitur salah satunya fungsi massage. Walaupun fasilitas armada ini masih kalah canggih dengan tipe armada Qatar lainnya, tapi untuk kualitas makanan sama enak dan puasnya.

Kabar baiknya, sejak Juni 2017, Qatar Airways telah melakukan upgrade pada armada ini menjadi Boeing 777-3DZ(ER) / A7-BED dengan fasilitas QSuites Business Class untuk rute tertentu. Sampai tulisan ini dibuat, rute yang dilayani adalah Doha – London (QR7) dan London-Doha (QR8).

Food and Beverages

Kalo ditanya, maskapai apa yang inflight meals enak? Aku akan rekomendasikan Qatar Airways salah satunya.

DSC01429

Pilihan menu yang disajikan untuk kelas bisnis ini sangat bervariasi, mulai dari appetisers, main courses dan desserts. penumpang juga bisa request cemilan dan minuman panas/dingin setelah penyajian makanan.

As for me, yang paling disukai adalah desserts dan Asian food tentunya. Karena porsi main course cocoknya untuk perut gembul, kadang aku skip aja saking masih kenyang sama cemilan-cemilan.

DSC02018

DSC02040

 

Amenity Kit

Untuk first class dan business class, spesial disediakan amenity kit dari brand ternama, yaitu luggage designer BRICS dan Italian skincare brand Castello Monte Vibiano Vecchio.

BRICS Travel bag untuk wadah amenity kit kelas bisnis tersedia dalam warna krem dan burgundy, isinya terdiri dari eye masks, ear plugs dan kaos kaki serta produk skincare yaitu lip balm, hydrating facial mist dan anti-ageing moisturizer.

Kok dalam tas amenity kit gak ada sikat gigi dan pasta gigi? Karena sudah disediakan banyak stok sikat gigi dan pasta gigi sekali pakai di dalam toilet kelas bisnis, juga disediakan shaver, body lotion dan body mist di dalam toilet.

Qatar-Airways-Bus-Class-BRICS-o-e1482324692437-916x515

Overall, perjalanan belasan jam di udara tentu amat sangat melelahkan, dan membayarnya dengan fasilitas kelas bisnis buatku worth to try banget.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s