Family & Friends

PEREMPUAN WAJIB MELEK FINANSIAL (Bagian 2)

Kisah nyata dari cerita Hana (bukan nama sebenarnya) dalam tulisan sebelumnya, mungkin terlalu pesimis dan lebay bagi sebagian orang yang seumur hidup keuangannya baik-baik aja. Tapi, gak ada salahnya juga belajar dari pengalaman orang lain, bukan?

Middle Income Trap

“The middle-income trap refers to the phenomenon where rapidly growing economies stagnate at middle-income levels and fail to transition into a high-income economy”

Bahasa sederhananya: ketika gaji naik, lifestyle juga ikut naik tanpa ada penyesuaian yang pas di dalam diri kita. Maka dari itu, orang-orang yang ada di lingkaran setan ini adalah orang-orang yang penuh dengan denial dan pemakluman.

“Gaji udah naik, wajar donk makan di resto tiap hari, nongkrong di café dan bar, networking lah.”

“Gue beli barang branded ini buat kerjaan kok.”

Udah keenakan lifestyle naik, lalu mulai pusing gak punya tabungan dan nggak bisa ‘turun kasta’ padahal adalah suatu keharusan buat menekan pengeluaran.

Lebih jelas tentang middle income trap bisa dibaca disini.

Basic Triangle

Ada 3 hal penting yang penting untuk kita pahami dan benahi secara paralel:

1.Current Financial Statement

Dimana kita mencatat arus kas (penghasilan dan pengeluaran) dan kekayaan bersih (aset dan hutang). Selain membuat rekapitulasi tiap bulan, khusus untuk pengeluaran harus dibuat pula periode tahunan untuk antisipasi adanya pengeluaran tiba-tiba yang tidak direncanakan sebelumnya dan berpotensi membuat celah pada financial statement.

Contoh/template pencatatan arus kas dan kekayaan bersih bisa download disini.

2.Risk Profile

Kita dapat mengetahui profil risiko yang diprediksikan muncul karena adanya akibat dari faktor-faktor di atas. Khusus untuk yang statusnya masih single atau TK/0 maka ada beberapa faktor yang dapat dikeluarkan dari list. Untuk yang sudah menikah, alangkah baiknya apabila pasangan juga memiliki view yang sama terkait pengelolaan keuangan keluarga. Disarankan pula untuk membuat satu akun atas nama berdua, suami-istri, sehingga apabila ada kejadian yang tidak dikehendaki maka proses pengurusan likuidasi atau penyerahan aset akan lebih mudah.

3.Goals

Tujuan pembuatan Current Financial Statement dan Risk Profile adalah untuk memberikan keleluasaan bagi pemilik uang agar dapat menyediakan ‘spare’ pos keuangannya dalam bentuk Dana Darurat, Asuransi, Dana Pensiun dan Dana Pendidikan Anak.

ALERT!

Kalo bicara asuransi, penting untuk diingat bahwa hanya ada Asuransi Jiwa dan Kesehatan, sedangkan Asuransi Pendidikan hanya istilah yang digunakan sebagai branding atau marketing.

“Tapi kan gue beli asuransi pendidikan buat anak gue ntar kalo dia udah usia sekolah”

Berarti yang dibutuhkan adalah menyiapkan Dana Pendidikan Anak. Jika dana ini dibutuhkan dalam 3 – 5 tahun kemudian, maka siapkan melalui instrumen investasi jangka menengah, jika dibutuhkan lebih dari 5 tahun kemudian, maka siapkan melalui instrumen investasi jangka panjang.

Dana Pendidikan Anak disiapkan melalui produk INVESTASI, bukan ASURANSI.

Menjadi ibu rumahtangga ataupun perempuan bekerja, yang penting adalah pengelolaan keuangan keluarga yang tepat.

“Perempuan wajib melek finansial, karena naturally perempuan itu home caretaker. Berapapun besar gaji/income keluarga, masalah terbesar dalam perencanaan keuangan adalah CASHFLOW” – Indah Hapsari, Jouska.

Manajemen Arus Kas

Kenapa perlu Dana Darurat? Untuk cover pengeluaran yg tidak ter-cover di cashflow atau tidak rutin terjadi. Dengan adanya dana darurat ini, jika hal tak terduga terjadi, misalnya bagi karyawan, bila terpaksa resign dan belum dapat kerjaan baru, maka dana darurat ini digunakan untuk cover biaya hidup sampai ada sumber penghasilan baru. Besarnya dana darurat yang perlu disiapkan juga berbeda tiap orang, misalnya antara lajang atau menikah, pekerjaan yang penghasilan tetap atau tidak tetap.

Dari pengalaman dulu pernah resign tanpa ada kerjaan baru, dibutuhkan waktu 3 – 12 bulan untuk dapat kerjaan, maka aku sendiri menerapkan alokasi dana darurat minimal 12 kali biaya hidup bulanan.

Dana Darurat disimpan dalam bentuk apa? Aset liquid atau aset lancar seperti tabungan, deposito, logam mulia, valuta asing, piutang lancar.

Aset liquid/aset lancar sebaiknya dialokasikan 15% – 20% dari total networth/kekayaan bersih

Asuransi

Asuransi kesehatan dan jiwa menjadi wajib jika dalam Ring-1 kita (istri, anak, orangtua, kakak, adik, om, tante, kakek, nenek) ada yang bergantung finansial sama kita. Tapi kalo tidak ada, maka cukup asuransi kesehatan saja.

Asuransi kesehatan sudah bisa dibeli untuk anak dari usia 0 tahun atau 15 hari sejak lahir dengan menunjukkan surat keterangan lahir.

Asuransi kesehatan khususnya yang lokal saat ini sudah banyak yang berkembang menyesuaikan kebutuhan pasar. Bocorannya Jouska nih, ada produk asuransi lokal, untuk kelas kamar 500 ribu rupiah bagi klien usia 25-30, premi tahunan hanya 1,2 juta rupiah.

Investasi

Kalo mendengar kata investasi, apa sih yang pertama kali muncul dalam benak kita?

“Investasi bodong, penipuan!”

“Gue disuruh nyokap beli rumah buat investasi, gak apa-apa ngutang KPR di bank, nanti harganya naik terus soalnya”

“Kemarin di mall ada yang nawarin apartemen di daerah XXX, harganya masih murah banget karena baru dibangun, kalo udah jadi nanti gak dapet harga segitu. Gue langsung DP dong, besok gue mo bayar pelunasannya”

“Loh kok lo berani investasi saham? Emang halal itu? Kemarin ada tetangga gue beli saham trus sekarang harganya turun drastis”

Secara umum, investasi bisa dibagi menjadi 3 yaitu:

  1. On Paper, seperti obligasi dan saham
  2. Properti, seperti rumah dan apartemen yang disewakan (jika rumah atau apartemen menjadi tempat tinggal kita sendiri, maka namanya aset guna, bukan aset investasi)
  3. Bisnis, yaitu jenis usaha apa saja yang menghasilkan return

Lebih detil mengenai investasi akan dibahas dalam tulisan selanjutnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s